Laman

Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 September 2012

Cinta Kepada-Nya


 Dari :

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Bismillahirahmanirahim..

“Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri. Tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi menggelorakan.” (Buya Hamka)
“Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang sholeh dan cobaan bagi ahli ibadah.” (Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah)
Dulu di kota kufah tumbuhlah seorang pemuda zuhud ahli ibadah. Disamping itu tampan dan rupawan. Suatu ketika ia singgah di sebuah perkampungan yang banyak dihuni kaum An-Nakha’. Sepulang berdzikir dari masjid, pemuda tersebut keluar dan melangkahkan kaki pulang. Selang beberapa langkah meninggalkan mesjid, matanya beradu pandang dengan perempuan berhijab cantik jelita.
Mata bertemu mata, namun lisan tak berani berkata. Hanya tatap menatap, tak mengucap. Tak ada suara, yang ada adalah getar jiwa yang meminta mereka menundukan pandangan. Iya, pandangan mereka kini saling menunduk. Langkah mereka semakin menjauhkan raga. Tapi jiwa mereka tengah bersalaman dan berbincang. Bukankah di dunia ini hanya bahasa jiwalah yang paling jujur mengungkap rasa? Tulus apa adanya tanpa ada terselip dusta.
Bahasa jiwa itulah yang mengikat tali cinta, hingga tersambung erat, kuat membuhul. Hanya dari sebuah pandangan perasaan bisa terjatuh dan tergila-gila. Walau sejenak, namun bagai anak panah melesat dari busur dan bermuara pada jiwa.  Beruntunglah, karena cinta tak mengepak sebelah sayap. Baik dari si pemuda maupun si gadis, tengah menumbuh benih-benih cinta. Menanti kasih yang ada di alam khayal, menjelma menjadi sayang di alam nyata.
Si pemuda sadar bahwa cinta sedang memuji imannya. Maka agar cintanya kepada makhluk tidak tertunduk liar, agar selalu dalam kebaikan dan keabadian. Agar cintanya berada dalam bingkai keimanan. Akhirnya si pemuda memutuskan untuk melangkahkan jiwa dan raganya untuk meminang gadis pujaannya.
Siapa yang akan menolak pemuda ahli ibadah, diiringi ketampanan dan kekayaan? Bukankah Rosul sangat tegas berpesan,
            “Jika ada orang yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya  datang meminang putri kalian, maka nikahkanlah ia, jika kalian tidak melakukannya maka fitnah di bumu dan kerusakan besar akan terjadi”
Perkataan Rosul tersebut sangat dimaknai oleh ayah sang gadis. Namun apa mau dikata, bahwa putri satu-satunya itu telah ditunangkan dengan putra kenalannya. Walupun berat harus mengatakan, namun itulah kebenaran.
Pupus sudah harapan si pemuda untuk mengikat cinta bersama gadis pujaannya. Hancur sudah membangun surga sebelum surga yang sebenarnya dengan gadis pilihan dalam keutuhan syariat. Memadu cinta untuk mencintai sang pemilik cinta dalam mahligai rumah tangga. Takdir memang kadang kala tak cukup bermurah hati untuk menyatukan dua hati yang tengah dibalut kasih dan cinta.
Sebagai seorang pemuda yang taat, dia sadar bahwa “anugerah”terindah yang ALLAH berikan tersebut tidak semestinya dirusak. Tidak perlu mencari jalan lain, tidak ada jalan belakang, samping kiri maupun kanan. Asmaranya harus diakhiri. Cukuplah ALLAH sebagai muara akhir seluruh cintanya. Tak perlu melepas baju kemanusiaan dan melabrak tabu. Tak perlu memaksa memetik bunga, karena ia akan layu dan akhirnya mati.
“Backstreet” adalah jalan hina sehina-hinanya. Menimbulkan sesal yang tak mampu mengubah keadaan. Menimbulkan fitnah, merusakraga dan membinaasakan jiwa.
Namun diujung jiwa nan jauh disana. Si gadis jelita masih menyimpan cinta yang menggelora. Dia berpikir bahwa masih ada celah untuk diikhtiarkan. Maka diapun menyampaikan sepucuk surat kepada pemuda tambatan hatinya melalui seorang pembantunya.

Rabu, 23 Mei 2012

Ranma & Akane [Story]


Vol. 1
Part 1: Ini dia, Ranma

Kring.. Kringg..
Tukang pos: Tn. Tendo! Ada surat.
Tn. Tendo: (baca surat) Hi, aku bawa Ranma dari China. Saotome.

Tn. Tendo: R-Ranma? Datang? Oh, aku sangat menunggu hari ini.

Tempat Latihan Beladiri Tendo
Tn. Tendo: Hey, Kasumi, Nabiki, Akane!
Kasumi: (di dapur) Ya, ayah
Nabiki: (di kamar baca buku) mmm
Tn. Tendo: Dimana anak itu??!! Akane!
Akane: (membelah batu bata) Hyaah!
Lumayan.
Nabiki: Kamu, disini lagi, Akane. Ga aneh anak cowo pikir kamu aneh
Akane: So? Peduli amat. Ga semua orang mikir cowo itu segalanya
Nabiki: Terus, kayaknya ini ga bakal bikin kamu tertarik

Hujan
Tunangan?! (Barengan)
Tn. Tendo: Iya, anak dari teman baik ayah. Namanya Ranma Saotome
Tn. Tendo: Salah satu dari kalian harus menikah dengannya dan bawa dia ke pusat latihan
Akane: Jadi, warisan keluarga tendo bakal aman. Bentar, kami bahkan ga tau siapa yang mau nikah?
Nabiki: Akane bener, ayah. Kita belum pernah ketemu Ranma
Tn. Tendo: Itu gampang

Di lain tempat, di jalan
Seekor panda mengejar seseorang. Panda mencoba menangkap. Pemuda itu lompat. Dan panda ditendang. Duaggh.
Orang1: I-itu panda?
Orang2: apa itu panda?
Panda: (kuda-kuda)
Ranma: Gerakan itu. Baiklah ku bilang ini menyebalkan. Membawa tunangan untukku..
*Tangkep tangan panda*
Ga bilang-bilang!!
*banting panda*

Ranma: Aku akan pulang ke China. Orang tua menyebalkan
Ranma: (Ngambil tas)
Bletakk. . .
Panda mukul Ranma sampe pingsan

Rumah Tendo, di ruang keluarga
Tn. Tendo: Ranma sama ayahnya berpetualang untuk latihan. Sepertinya, mereka melewati China.
Nabiki: Wow! China!
Akane: (buang muka) Apa hebatnya?
Nabiki: Apa dia cute?
Kasumi: Berapa umurnya? Lebih muda dariku. Orangnya gimana, ayah?
Tn. Tendo: Hahaha *ahem* Ga tau
Nabiki: Ga tau???
Tn. Tendo: Ayah belum pernah ketemu

Di luar rumah tendo terjadi keributan
Ranma: Lepaskan aku!
Akane, Nabiki: ???
Kasumi: Kita kedatangan tamu!
Nabiki: Oo! Itu pasti Ranma
Tn. Tendo: Saotome, temanku. Kami menunggu

Tuppita.. Tuppita..
Saking hebatnya berantem, sampe ga keliatan.
Kasumi: Oh, ku harap dia lebih tua
Akane: Aneh
Panda: Rrr
Tn. Tendo, Nabiki: (Lari)
Ranma: Hey! Yo! Kamu menakuti mereka

Wushhwshh
Kasumi: Ayah, ini temanmu?
Nabiki: Jadi, panda yang mau dateng?!

Panda dorong Ranma. Ranma dan Tn. Tendo saling liat
Tn. Tendo: Jadi, kamu...
Ranma: Ranma Saotome. Maaf.
*kesal*
Tn. Tendo: Akhirnya, kamu dateng!
Nabiki: Ah, dia cute!
Tn. Tendo: Senang bertemu... (Memeluk) hmm..? Wha???
Kasumi: . . . .
Nabiki: Hmm?

Nabiki: Hmm.. *sentuh dada Ranma*
Ranma: Em, bisa berenti? *kesal*
Nabiki: "Dia" perempuan

Wshhh. . .
Chirinngg. . .
Tn. Tendo: *tepar*
Kasumi: (sambil kompres) Ah, kasian ayah. Dia begitu kecewa
Nabiki: Dia kecewa! Tunangan kayak gini?
Akane: Udah, kalian berdua. D-dia tamu kita

Nabiki: Ini salah ayah. Kenapa ga mastiin dulu?!
Tn. Tendo: Dia bilang, dia punya putra!!
Nabiki: Apa ini putra? Hmm? *pegang dada Ranma*
Ranma: Em, bisa kamu berenti gitu

Akane: Hey, mau ikut ke tempat latihan? Gue Akane. *senyum*
Ranma: . . . . *senyum dikit*
Akane: Kamu bisa karate?
Ranma: Dikit

Tempat latihan
Akane: Okay, kita sparring ya
Ranma: Hem
Akane: Santai aja. Jangan khawatir. Gue ga bakal ngelukain kamu
Ranma: Terserah kamu

*Akane maju lalu mukul*
Sha! Ha!!
*Ranma lompat*
*Akane nendang*
Swoosh
*Ranma melebar*
*Ranma menghindar*

Akane: Ada apa? Kok ga ngelawan?
*Akane terus mukul*
*Ranma terus menghindar*
Akane: (Kenapa ga kena-kena? Apa dia baca gerakan gue? Okeh, sekarang serius)

Krakk. . .
*Ranma lompat, tembok rusak*
Tuk..
*Ranma sentuh belakang kepala Akane pake 1 jari*
*Akane bengong*
Ranma: Hehehe
Akane: . . .

*Ranma & Akane ketawa ga jelas*
Akane: *ahem* kamu hebat. Untung kamu cewe.
Ranma: Hah?
Akane: Gue cuma, ga suka kalo kalah sama cowo

Di kamar mandi
*Panda berendam di air hangat*
Aaaaahhhhh
Chirinnngg

Tn. Tendo dan Tn. Saotome sedang berbicara sambil berlinang air mata
Nabiki: Kasumi? Itu sapa?
Kasumi: Tau..

Kasumi: Ranma! Sini! Mandi dulu sana
Ranma: Em, ga. Gapapa kok
Kasumi: Udah, mandi sana. Airnya hangat. Kamu cape kan
Di kamar mandi

Krik
*Puter kran*
Plaash
Ranma: Brr.. Dingin! Hah, sekarang..
Nabiki: Akane, airnya udah siap
Akane: Makasih

*Ranma berendam*
Ranma: Hmm.. Hmm.. Harus gimana ya? Apa lagi?
*Akane ganti baju + ngambil handuk*
Ranma: Ntar juga mereka tau lah. Cepat atau lambat.
*Ranma bangun*
Ranma: Mungkin harus kayak gini
*Akane buka pintu*

Plongg. . .
*Ranma & Akane bengong bentar*
*Akane tutup pintu*
Zhooppp
Akane: YAAA!
*Orang rumah pada bengong*
*Akane lari, ngambil batu gede depan rumah*

Akane: Tak lelepin dia di kamar mandi
Nabiki: Akane, ada apa? Itu buat apa?
Akane: Ada penjahat di kamar mandi!
Nabiki: Kenapa ga kamu bunuh pake tangan?
Akane: Gue takut
Kasumi: Masa sih, Ranma ada di kamar mandi barusan

Ranma: *mendekat* Eh...
Kasumi: Siapa?
Nabiki: Siapa kamu?
Ranma: Aku Ranma Saotome. Maaf ya..
*Pada melongo*


Translate & Write by: Wisnu Yudistira (Dengan perubahan sedapetnya)

http://narasi-ku.blogspot.com/2012/05/ranma-akane-story.html

Rabu, 16 Mei 2012

Doppelganger, Bayangan Diri Tanda Kematian

Doppelganger berasal dari bahasa jerman yang artinya "Double Walker". Istilah ini merujuk pada bayangan diri sendiri. Singkatnya seperti kembaran. Doppelganger bukan hantu atau semacamnya. Doppelganger merupakan bayangan manusia hidup.

Pada banyak kasus, doppelganger dipercaya sebagai tanda kematian. katanya, Ratu Elizabeth sebelum meninggal melihat Doppelganger dirinya. Fenomena ini pertama kali muncul tahun 1961. Yang ditulis oleh Robert Kirk melalui sebuah catatan. Disana tertulis bahwa Doppelganger telah menjadi kisah rakyat Skotlandia dan Irlandia.


Dan cerita yang paling populer datang dari Abraham Lincoln Diceritakan bahwa saat Lincoln terpilih menjadi presiden, ia menjumpai "dirinya" dengan dua wajah di ruang tamunya. Satu wajah lebih pucat dibanding yang lainnya. Ketika ia mendekatinya, bayangan itu menghilang.

Lalu ia menghempaskan tubuhnya ke sofa untuk beristirahat dan bayangan itu muncul kembali. Beberapa hari kemudian, bayangan dirinya dengan dua wajah itu kembali muncul. Namun penampakan itu adalah penampakan yang terakhir kalinya.

Ketika ia menceritakannya kepada istrinya, istrinya berkata bahwa dua wajah itu berarti Lincoln akan terpilih sebagai presiden untuk dua kali masa jabatan, sedangkan wajah kedua yang lebih pucat menunjukkan kalau ia tidak akan hidup melewati masa jabatan keduanya.

Entah darimana istrinya mengetahui hal itu, namun prediksinya terbukti benar karena pada tahun 1865 Lincoln terbunuh pada saat memegang masa jabatan keduanya.

Yah, entah benar atau tidak. Wallahualam

Senin, 14 Mei 2012

Kamu, Tulang Rusukku



Pertama bertemu denganmu, aku tak tau apa yang harus ku lakukan. Semuanya ku lakukan begitu saja tanpa sadar. Sebagai manusia yang kurang pengetahuan tentang bahasa kehidupan, aku tak tahu harus bagaimana. Aku bukanlah orang yang menyenangkan. Bahkan sebagian orang bilang aku menyebalkan.

Tapi terimakasih kamu menganggapku berbeda. Mau menerima diriku yang dhoif ini. Ku pikir aku telah menemukan tulang rusukku. Kamu, tulang rusukku yang hilang. Yang apabila tanpamu ku rasakan "sakit" dan sesaknya di dada.

Denganmu, ku rasakan indahnya hidup dan tentramnya hati ini. Meski di tengah badai kehidupan, kamu mendamaikan hatiku. Tak hentinya badai di kehidupanku, tak hentinya juga kau berada di sampingku. Aku Mencintaimu & Terimakasih yang slalu ku ucapkan padamu sambil berlinang air mata.

Tanpamu, Kesendirian yang menusuk hati, tak hentinya menghampiri tatkala kau pergi menghilang. Kau pergi entah kenapa. Datang dan pergi, itulah yang sering kau lakukan. Ku rasakan tulang rusuk ini mulai retak. Jika terus seperti ini, akan hancur.

Ini mungkin terjadi karena diriku. Maafkan aku yang belum bisa mengikat tali cinta kita. Hanya saja, yang bisa ku lakukan saat ini hanya sebatas itu. Hanya bisa mencintaimu dalam diamku.

Ketika bersamamu, bisa ku rasakan suka duka hidup ini. Itu membuat hidupku lebih berwarna. :-)
Meski tak banyak yang bisa ku lakukan untukmu. Tapi insyaallah aku kan slalu ada untukmu.

Ketika tak bersamamu, bisa ku rasakan beratnya hidup yang ku jalani. Kehilangan sesuatu yang tak mudah ditemukan. Kamu, tulang rusukku. Maafkan aku yang tak bisa slalu bersamamu. Menjagamu. Menemanimu sepanjang hariku yang tersita oleh arus kehidupan untuk menyambung hidup.

Tak banyak yang bisa ku ucapkan. Hanya goresan kata-kata yang menjadi kalimat inilah yang bisa ku lakukan. Tanpa sadar, kau mengajariku bahasa kehidupan. Ku tatap langit yang berbintang, ku harap ada satu bintang kita disana. Satu bintang yang menyatakan takdirku dan takdirmu satu. Tak peduli apapun, ku harap Allah menjaga hatimu dan hatiku selamanya. Semoga Allah mencintai secangkir cinta yang kita miliki.

:')
Aku harap bisa menemanimu lebih lama.
Aku mencintaimu.. T_T

~Ketika Cinta Tak Membutuhkan Jawaban~



Dia: apa alasan kamu cinta ma aku?
Gue: Bingung bneran jelasinnya.. Aduh. . . Mulai dari mana ya..?
Dia: kok gitu sih? Cowonya temenku bisa jelasinnya. Punya alasan. Kenapa kamu enggak?
Gue: Aduh. . . Ini pertanyaan paling susah jawabnya.. Give me a minutes
Dia: kenapa susah banget sih? Tinggal jawab aja tuh.
Gue: okay. Iya, aku suka kamu karena kamu baik, perhatian, matamu indah, suaramu merdu, cara kamu berjalan, canda tawamu, senyummu yang manis, dan jutaan alasan lainnya.

Lalu, beberapa hari kemudian dia kecelakaan. Sekarang sedang koma di rumah sakit.
Sekarang apa yang harus ku lakukan?
Apa yang bisa kau lakukan?
Kamu berbaring disini tak bisa melakukan apapun.

Sekarang, apa kau masih bisa berbuat baik padaku?
Tidak!

Apa kau masih bisa perhatian padaku?
Tidak!

Apa kau masih bisa menunjukan mata indahmu?
Tidak!

Apa kau masih bisa membuatku mendengar suaramu yang merdu?
Tidak!

Apa kau masih bisa memperlihatkan caramu berjalan?
Tidak!

Apa kau masih bisa bercanda dan tertawa denganku?
Tidak!

Dan apakah kamu masih bisa melakukan jutaan alasan lainku mencintaimu?
Tidak!

Kamu tau kan jawabannya, bila itu yang terjadi? Sekarang tak ada lagi alasanku untuk mencintaimu. Aku pergi..

Begitukah yang kau ingin? Aku tak mau bila di cap sebagai orang yang habis manis sepah dibuang. Tak apa orang bilang aku freak, menyebalkan, cuek dll. Aku hanya berusaha menjadi lebih baik.
Tapi aku tak butuh alasan-alasan itu untuk mencintaimu.
Akhirnya ku pikir, cukuplah Allah yang menjadi alasanku untuk mencintaimu. Dia memberikan rasa ini. Dan sekarang ku bagi denganmu. Semoga Cinta yang berbuah surga. Apalagi yang bisa di harapkan selain bahagia dunia akherat?

^_^

Nothing special about me. I'm just regulary guy.

narasi-ku.blogspot.com

General Manager & Dragon Knight [Tuhan Peluk Aku, Aku Butuh Pelukan]




Aku begitu mencintainya, meski dia tak mencintaiku. Sudah ku ungkapkan rasaku tapi dia hanya diam. Sebuah penolakan diam. Tapi itu membuatku tak menyerah begitu saja. Aku... mencoba menjadi pria yang dia inginkan. Tapi sejauh yang ku tau, dia tak peduli.

Aku berpikir, kenapa dia tak merespon sama sekali? Tentu, karena dia tak suka padaku. Setiap kali aku bertemu dengannya tatapan matanya seperti ingin membunuhku. Apa salahku?


Tak pernah usai pertanyaan itu di pikiranku. Lalu, aku meminta maaf padanya. Tapi diapun seolah tak peduli. Walaupun dia bilang sudah memaafkan. Terlihat sekali dia telah berubah.


Aku begitu bodoh, ku pikir saat itu akulah laki-laki yang paling dekat dengannya dan tau tentang dirinya. Tapi aku salah. Benar-benar salah. Aku bukanlah laki-laki yang dekat dengannya, masih banyak laki-laki lain yang lebih dekat dengannya. Dan aku pun sebenarnya tak tau apapun tentangnya, hidupnya. Hanya goresan-goresan luka yang terpancar dari matanya. Betapa sedihnya yang dia rasakan saat itu.


Ya, bodohnya aku. Tetap terus mengejarnya, mencintainya. Tak henti memikirkannya. Banyak waktu yang ku khayalkan untuknya. Semua sia-sia dan tak berguna. Penolakan tanpa kata-kata itu membuatku berpikir hanya soal waktu. Aku masih menunggunya.


Tapi dia telah bersama yang lain. Ah, entah apa yang harus ku rasakan. Aku sendiri bingung. Aku tau ini akan terjadi dan tetap memikirkannya, mencintainya. Meski ku tau dia tak memiliki cinta untuk membalas karena hatinya sudah bersama yang lain. Tapi, setidaknya, anggaplah aku disini. Sadarilah bahwa aku mencintaimu. Aku tak peduli meski kau bersama yang lain. Aku hanya ingin kau menganggapku ada.


Yah, kau menganggapku ada sekarang di hidupmu. Tapi sebagai serangga yang mengganggu hidupmu yang harus di basmi. Sebenarnya kau kenapa? Setiap kali ku tanya yang kau rasakan padaku, kau hanya menjawab biasa saja.


Semakin banyak hari yang dilalui, kita semakin jauh. Sekarang setiap kali bertemu, kita saling membuang muka. Ku akui aku begitu kesal padamu. Dan melihat dari sisiku, ku pikir kau merasakan hal yang sama.


Pada masa lampau, aku tak mengakui perasaan ini. Dan bahkan membenci perasaan ini. Tapi aku tak bisa membendungnya lagi saat itu. Hingga beginilah akhirnya.

Akhir yang tak pernah ku duga. Tapi mulai sekarang aku jujur pada diriku. Bahwa aku mencintaimu. Jadi, tolong hargai aku ini. Aku tau kau bersama yang lain. Tapi aku tak begitu mengharap cintamu dan dirimu. Hanya sekelumit sapaan saja, itu cukup untukku. Tapi kau sudah tak melakukan itu lagi. Kau bahkan tak melihatku sama sekali. Kau hanya melihatnya. Melihat kekasihmu.


Sekarang aku hanya lembaran kosong. Tak ada yang ingin mengisi hati ini. Semakin sering ku isi, maka semakin kosong. Tak ada tempat untuk berbagi. Always alone. Always have been and always will be.


Saat di kesendirian, hanya Tuhan yang melihatku. Di guyuran air hujan ini, ku tatap Tuhan. Apakah Engkau mengerti yang ku rasakan?

Ya, Aku mengerti


Sekarang, apa yang harus ku lakukan?

Tak ada


Apa yang Engkau maksud Ya Rabb? Aku tak mengerti

Teruslah berjalan, Aku akan membimbingmu. Aku tak akan meninggalkanmu. Aku akan selalu ada untukmu. Akulah Tuhanmu. Yang menciptakanmu. Always have been and always will be.

Aku tersenyum. Tak ku sangka, kenapa aku bisa lupa. Terimakasih Ya Allah atas peluk kasih sayang-Mu. TanpaMu takkan mampu ku lewati semua rasa "SAKIT" ini.


Sekarang, aku berjalan bersama-Nya mengarungi derasnya ombak dan badai hidup ini. Selama bersama-Nya, tak takut hadapi apapun. Hanya satu yang ku takutkan. Aku takut aku tak lagi mencintai-Nya. Tergoda oleh indahnya makhluk ciptaan-Nya. Sungguh, yang selama ini selalu ada untukku hanya Dia. Dia yang slalu memelukku di keterpurukan dan gelapnya hidup ini. Yang slalu menolongku melewati badai. Yang slalu menggenggam erat tanganku melewati kerasnya hidup ini. Benar-benar tak ada yang melainkan Dia.


Terimakasih, Ya Allah. Engkau membuat hidupku jauh lebih berarti. Terasa sekali hidupku ini hanya untuk-Mu.

Terimakasih juga untuk setiap orang yang ada di hidupku. Tanpa semua yang kalian lakukan. Aku takkan seperti ini.


^_^


Terimakasih


["Secondhand Serenade - Stranger" music plays]

General Manager & Dragon Knight (At Zombieland)




Saking enaknya bersepeda dengan Arleta dan Barzen sampai ga sadar nyampe ke sebuah tempat yang asing. Makin nyari jalan pulang, makin ga ketemu. Yang artinya jadi tersesat. Daerahnya cukup s...erem, dan kayak di film-film kami nemuin sebuah rumah kosong. Entah atas dasar apa gue nyelonong masuk gitu aja. Sesampainya di dalem, ya taulah, rumah tua kosong apa sih isinya. Kami terus masuk tanpa ada yang mempertanyakan tempat apa ini. Karena sudah jelas ga ada yang tau atau singkatnya tersesat.

Gile, pintunya gede bener. Ga nyangka di dalem rumah banyak pintu dan tumbuh pohon. Banyak akar pohon malang melintang. Ada juga yang masang supaya jatoh. Pintunya kayak gerbang-gerbang gede gitu.

Saking beraninya gue, gue ngegowes sepeda gue di dalem rumah itu. Barzen ma Arleta ngikutin di belakang. Bener-bener aneh, kenapa diantara kami ga ada yang ngomel atau apa kek. Biasanya Arleta tuh bawel. Pintu pertama, lewat. Pintu dua, lewat. Pintu tiga, dikunci. Nyari pintu lain, ga ada. Balik lagi ke pintu dua. Pintu satu, dikunci. Balik lagi ke pintu dua, dikunci. Pusing, pusing lo! Sekarang kami terjebak di ruangan dua. Sepeda udah ngilang entah kemana karena paniknya dan tegang. Suasananya.

Eh, Arleta nemuin tangga ke atas. Barangkali ada jalan keluar. Gue nyoba naik, susah. Cz tangganya harus naik dulu. Karena gue pinter, ya udah, Barzen ma Arleta gue bantu naik. Lah, terus gue?

Tiba-tiba ada barang-barang jatoh gitu, kayak di film-film. Bukan kucing tapi, melainkan zombie yang gue liat di serial "I'm Legend". Lho? Zombie itu lagi ada di seberang tempat Arleta dan Barzen. Tapi yang diliat gue dulu. Sial!

Waktu itu, gue hampir keliatan. Gue ngasih isyarat ke Barzen dan Arleta buat diem. Asalkan diem, ga banyak gerak dan ga nyari masalah. Ga akan ada masalah. Gue ngumpet di balik jeruji besi, tapi bukan penjara. Kayak rak sepatu yang di SMP tuh. Dan kayaknya tuh zombie sadar. Eh, tapi, tiba-tiba tuh zombie narik Arleta. Barzen spontan mau nolong. Jadi, tarik-tarikan gitu kayak rebutan cewe. Emang rebutan cewe! Terus, Arleta jadi kepleset dan jatoh. Barzen masih megang tangannya. So sweet. So sweet mata lo sowek.

Akhirnya, gue bangun dari mimpi gue itu. Sepeda mana sepeda gue? Oh iya, gue kan ga punya sepeda. Yah, mimpi siang yang cukup memacu adrenalin. Sampe deg-degan gue bangun-bangun.

Wuu. . .
(Ditimpukin sendal, sepatu, kaos kaki, dan kakinya juga oleh audience)

[Ketika Cinta Bertepuk Sebelah Tetangga]




"SAKIT" hati, ow.
Kecewa, Adeuh.
Malu juga, mungkin. Itu semua mungkin terjadi ketika cinta bertepuk sebelah tangan. Apalagi tangan tetangga.
Ironi diatas ironi.
T_T

Terkadang itu terjadi pada seseorang. Dan mungkin kita juga yang salah. Kita terlalu membesarkan perhatian dari si dia. Ditambah dianya ngasih harapan kosong. Galau, galau lo.

Dan kebanyakan orang menyesalinya. Bego sekali. Gue juga gitu. Tapi kehidupan kan terus berjalan, nggak usah begitu di sesali. Mungkin Tuhan punya takdir yang lain. Yakin deh lo pasti dapet jodoh lo.

Tipsnya:
1. Sadari diri. Sadari diri dan posisimu, dude. Sadari juga gimanapun besarnya cinta lo, segigih apapun yang lo lakuin, biar mendaki gunung, lewati lembah, arungi samudra, bertualang sama ninja hatory juga, Dia ga akan bales, man.

2. Kalo udah sadar, yakinin diri lo, bakal dapet yang terbaik (buat lo). Udah sepantesnya lo dapet orang yang ngerti dan peduli sama lo. Dengan gitu, lo jadi lebih percaya diri melangkah ke masa depan.

3. Dan kalo udah gitu, lo jangan nyalahin diri mulu. "Kenapa? Kenapa ini terjadi? Kenapa mesti gue? Ah, coba aja kalo dulu bla bla bla pasti ga kayak gini." janganlah begitu, mengkhayal dll ga bakal berguna. Lo sadarin itu kan.

4. Dan mungkin lo sempet berpikir, penolakan itu masalah waktu doang. Dan lo terus memperbesar rasa lo. Wah, jangan deh, man. Terus lo juga perbaiki diri abis-abisan. Pedicure medicure, ganti style rambut, emo, skin, alay. Cuma buat dia perhatian lagi.
Mending ga usah deh. Udah telat berubahnya. Ikut aja ke partai NasDem atau powerranger aja. Kalo pengen berubah, berubah buat diri sendiri aja deh. Dan udah waktunya mikirin diri lo.

5. Dan selanjutnya, mungkin lo harus berbagi deh ma orang lain. Yang ngerti diri lo tentunya. Dan mungkin juga mereka bisa ngasih masukan yang baik.

6. Terus lo sibukin diri. Dengan hobi yang lo suka. Selain melampiaskan kekesalan juga membantu lo jadi lebih gembira.

7. Sudah saatnya tutup buku dan buat lembaran baru.

8. Kalo udah buat lembaran baru, jangan buru-buru nyari pengganti dia. Ntar yang ada dia jadi pelarian cinta lo. Ga fair kan. Sembuhin dulu lukanya, dengan gitu lo bisa nerima orang lain.

9. Akhir, jangan terlalu terobsesi. Sikap yang lebay, bisa berdampak lebay juga. Kalo lo ngerasa ga bisa buat cari yang lain, cari bantuan yang profesional (gue ga nyuruh ke dukun). Seperti Cristiano Ronaldo atau Chris John.

Nah, masa depan terbentuk dari masa sekarang. Masa sekarang terbentuk dari masa kemaren. Tergantung gimana lo membuatnya. Jangan disesali. Bangkit dari kesedihan. Badai pasti berlalu, man. Jangan lupa ma cita-cita. Dan tetap percaya ma eh, c.. Ci.. Cinta gitulah.

Okay!
Gue Wisnu Yudistira mohon undur-undur. Selamat menikmati hidangan.

^_^d


narasi-ku.blogspot.com