Ramalan bintang atau zodiak ini berasal dai tradisi kaum Pagan. kaum Pagan adalah pemuja bintang sebaggai Tuhan mereka. Kaum Pagan juga menganggap bintang yang hadir di langit setiap bulannya mempengaruhi nasib. Karena dipercaya menentukan nasib, 12 Dewa ini disembah. Tentu saja, agar mendapat keberuntungan dan kebahagiaan.
Kisah 12 Dewa ini diambil dari Mitologi Yunani
Menurut Pandangan Islam :
Ahli Astronomi Islam Al Biruni adalah yang pertama kali memisahkan secara tegas antara Astronomi (ilmu pengetahuan) dengan Astrologi (zodiak). Ibnu Abbasmeriwayatkan Hadist yang berbunyi : "Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang mengambil ilmu dari bintang (astrologi), maka dia mengambil salah satu sihir." Dan sihir itu haram.
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa mendatangi seorang peramal, kemudian ia membenarkan perkataan peramal tersebut. Maka tidak diterima amalnya 40 hari 40 malam."
Kamis, 17 Mei 2012
To Liong To (Golok Pembunuh Naga)
Golok Pembunuh Naga adalah wuxia novel yang dikarang oleh Jin Yong yang merupakan seri ketiga dari Condor Trilogy. Serial pertamanya dirilis 6 July 1961 to 2 September 1963 di koran Hong Kong Ming Pao. Setelah itu, banyak direvisi hingga sekarang.
Ceritanya, tentang perebutan 2 senjata hebat yaitu Golok Pembunuh Naga dan Pedang Langit. Katanya sih yang membuat dua senjata tersebut adalah Yoko (The Legend of Condor Heroes) atas permintaan Kwee Ceng dan Oey Yong. Nah, setelah 100 tahun menjadi rebutan. Kalau Pedang Langit ada di Partai Gobi karena yang membuat partai tersebut adalah Kwee Siang, anak Kwee Ceng dan Oey Yong. Sedang Golok Pembunuh Naga menjadi rebutan dunia persilatan.
Dan akhirnya Golok tersebut ada di tangan Cia Sun (Singa Emas). Mulai deh, jagoan keluar. Namanya Tio Bu Ki. Dia anak angkat Singa Emas. Ayahnya Tio sapa nggak tau, dan ibunya In So So, putri elang putih. Setelah dari Pulau Es dan Api. Pendekar Tio dan keluarganya kembali ke Buthong. Namun, karena Singa Emas dulu banyak membunuh dan yang mengetahui keberadaannya adalah keluarga pendekar Tio, ditanyalah pada mereka oleh orang-orang dunia persilatan. Agar bisa membalas dendam pada Singa Emas.
Tapi Pendekar Tio dan keluarganya menolak memberi tau. Dan memutuskan bunuh diri. Dan yang tersisa Tio Bu Ki kecil.
Ah, males gue nulisnya. Maaf. lagian TVnya udah selese. Kalo mau download lagunya ini.
http://narasi-ku.blogspot.com/2012/05/hrefhttpwww.html
Ceritanya, tentang perebutan 2 senjata hebat yaitu Golok Pembunuh Naga dan Pedang Langit. Katanya sih yang membuat dua senjata tersebut adalah Yoko (The Legend of Condor Heroes) atas permintaan Kwee Ceng dan Oey Yong. Nah, setelah 100 tahun menjadi rebutan. Kalau Pedang Langit ada di Partai Gobi karena yang membuat partai tersebut adalah Kwee Siang, anak Kwee Ceng dan Oey Yong. Sedang Golok Pembunuh Naga menjadi rebutan dunia persilatan.
Dan akhirnya Golok tersebut ada di tangan Cia Sun (Singa Emas). Mulai deh, jagoan keluar. Namanya Tio Bu Ki. Dia anak angkat Singa Emas. Ayahnya Tio sapa nggak tau, dan ibunya In So So, putri elang putih. Setelah dari Pulau Es dan Api. Pendekar Tio dan keluarganya kembali ke Buthong. Namun, karena Singa Emas dulu banyak membunuh dan yang mengetahui keberadaannya adalah keluarga pendekar Tio, ditanyalah pada mereka oleh orang-orang dunia persilatan. Agar bisa membalas dendam pada Singa Emas.
Tapi Pendekar Tio dan keluarganya menolak memberi tau. Dan memutuskan bunuh diri. Dan yang tersisa Tio Bu Ki kecil.
Ah, males gue nulisnya. Maaf. lagian TVnya udah selese. Kalo mau download lagunya ini.
http://narasi-ku.blogspot.com/2012/05/hrefhttpwww.html
Rabu, 16 Mei 2012
Konsep Dasar HIV/AIDS
1. Pengertian
AIDS
adalah singakatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Jika diterjemahkan
secara bahasa; Acquired artinya didapat, jadi bukan merupakan penyakit
keturunanan, Immune berarti system kekebalan tubuh, deficiency artinya
kekurangan, sedangkan Syndrome artinya kumpulan gejala (Arjatmo T, 2001)
AIDS
(Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala penyakit akibat
menurunnya system kekebalan tubuh secara bertahap yang disebabkan oleh infeksi
Human Immunodeficiency Virus (HIV) (Arjatmo T, 2001)
Penyakit
AIDS merupakan istilah yang menunjukan kondisi tubuh manusia yang sudah
terinfeksi HIV. Sebenarnya AIDS bukan penyakit (desease) tetapi merupakan suatu
kumpulan dari berbagai kondisi yang terjadi pada diri seseorang yang sudah
terinfeksi HIV. Dengan kata lain, lebih tepat AIDS disebut sebagai sindrom yang
merupakan kumpulan gejala – gejala berbagai penyakit dan infeksi. Adapun orang
yang terinfeksi HIV disebut sebagai Odha (Orang dengan HIV/AIDS), Ohida (Orang
yang hidup dengan HIV/AIDS), yaitu Odha sendiri, keluarga serta lingkungan.
Tetapi belakangan istilah disepakati untuk menyebutkan keduanya (Odha dan
Ohida) adalah cukup dengan Odha.
Dari
beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa penyakit AIDS adalah penyakit
yang disebabkan virus HIV yang menyerang system kekebalan tubuh manusia.
2. Etiologi
HIV
merupakan retrovirus penyebab penyakit defisiensi imun ini. HIV ditemukan oleh
Montagnier dkk pada tahun 1983.
Retrovirus merupakan
suatu virus RNA yang mampu membuat DNA dan RNA dengan pertolongan enzim,
reverse transcriptase yang kemudian disisipkan ke DNA sel hospessebagai mesin
genetic. Dengan demikian virus mampu menggunakan mesin reflikatif sel hospes
untuk memproduksi, baik dirinya maupun berbagai zat yang ternyata dapat
mentransformasikan sel hospes menjadi sel maligna.
Pertimbangan
bahwa retrovirus sebagai rumor virus RNA, dianggap sebagai kandidat virus
penyebab yang paling pantas, di dasarkan atas beberapa alasan berikut:
a. Beberapa
retrovirus mempunyai tropisma spesifik terhadap limfosit T – Helper
b. Retrovirus
adalah blood-borne
c. Beberapa
retrovirus dapat menimbulkan immunodefisiensi pada binatang, sebagai contoh ialah
: virus leukemia felin dapat menyebabkan immunodefisiensi padda kucing
(feline-AIDS) dan suatu ledakan spontan penyakit pada kera (simian AIDS atau
SAIDS) mempunyai persamaan dengan AIDS yang disebabkan retrovirus
d. Pada
manusia suatu kelompok retrovirus yang dikenal sebagai T – cell leukemia virus
(HTLV) mempunyai hubungan dengan keganasan limfosit T dan dapat memproduksi sel
– T secara berlebihan dengan memnyebabkan leukemia
3. Patogenesis
HIV masuk tubuh manusia
terutama melalui darah, semen dan secret vagina, serta transmisi dari ibu ke
anak. Tiga cara penularan HIV adalah sebagai berikut :
a. Hubungan
seksual, baik secara vagina, oral maupun anal dengan seorang pengidap. Hal ini
adalah cara yang paling umum terjadi, meliputi 80 – 90% total kasus sedunia
b. Kontak
langsung dengan darah, produk darah, atau jarum suntik. Transfuse darah/produk
darah yang tercemar mempunyai resiko sampai > 90%, ditentukan 3 – 5% total
kasus sedunia. Pemakaina jarum suntik tidak steril atau pemakaian bersama jarum
suntik dan spuitnya pada pecandu narkotik beresiko 0,5 – 1%, ditentukan 5 – 10%
total kasus sedunia. Penularan melalui kecelakaan tertusuk jarum pada petugas
kesehatan mempunyai resiko 0,5% dan mencakup < 0,1% total kasus sedunia.
c. Transmisi
secara vertical dari ibu hamil mengidap HIV pada bayinya melalui plasenta.
Resiko penularan dengan cara ini 25 – 40% dan terdapat <0,1% kasus sedunia.
Setelah
masuk tubuh, virus menuju ke kelenjar limfe dan berada dalam sel dendritik
selama beberapa hari kemudian terjadi sindrom retroviral aku=t seperti flu
(serupa infeksi mononucleosis) disertai vivernia hebat dengan keterlibatan
berbagai kelenjar limfe. Pada tubuh, timbul respon imun humoral maupun selular.
Sindrom ini akan hilang sendiri setelah 1 – 3 minggu. Kadar virus yang tinggi dalam
darah dapat diturunkan oleh system imun tubuh. Proses ini berlangsung selama
berminggu – minggu sampai terjadi keseimbangan antara pembentukan virus baru
dan upaya eliminasi ileh respon imun. Titik keseimbangan yang disebut sel point
ini penting karena menentuka perjalanan penyakit selanjutnya. Bila tinggi,
perjalanan penyakit menuju AIDS akan berlangsung lebih cepat.
Sekoroversi
(perubahan antibody negative menjadi positif) terjadi 1 – 3 bulan setelah
infeksi, tetapi pernah juga dilaporkan sampai 8 bulan. Kemudian pasian akan
memasuki masa tanpa gejala. Dalam masa ini terjadi penurunan bertahap jumlah
CD4 (jumlah normal 800 – 1000/mm2) yang terjadi setelah replikasi
persisten HIV dengan kadar RNA virus relative konstan. CD4 adalah reseptor pada
limfosit T4 yang menjadi target sel utama HIV.
Limfosit
T4 mengatur reaksi sistem kekebalan manusia. Limfosit T4 memulai dan
mengarahkan untuk pengenalan dan pemusnahan agen asing (termasuk virus). Namun
justru sel inilah yang di infeksi dan kemudian dirusak oleh HIV. Karena proses
infeksi dan pengambilan aliran sel T4 mengakibatkan kelainan dari kekebalan,
maka ini memungkinkan berkembangnya neoplasma dan infeksi oportunistik.
Pada
awalnya penurunan jumlah CD4 sekitar 30 – 40/mm3/tahun, tapi pada
tahun terakhir penurunan jumlah menjadi 50 – 100/mm3 sehingga bila
tanpa pengobatan rata – rata masa infeksi HIV sampai menjadi AIDS adalah 8 – 10
tahun, dimana jumlah CD4 akan mencapai kurang dari 200/mm3.
Tahapan
perjalanan HIV/AIDS : sesudah terjadi ninfeksi virus HIV, awalnya tidak
memperlihatkan gejala – gejala khusus, baru beberapa minggu sesudah itu orang
yang terinfeksi sering kali menderita penyakit ringan sehari – hari seperti flu
dan diare. Selain itu penderita juga sering merasa tidak sehat meski dari luar
nampak sehat. Keadaan penderita yang terinfeksi ini bisa disebut dengan sindrom
HIV akut. Gejala ini serupa dengan gejala infeksi virus pada umumya yaitu
berupa demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, mialgia (pegal – pegal dibadan),
pembesaran kelenjar dan rasa lemah. Pada sebagian orang, infeksi dapat berat
disertai kesadaran menurun. Sindrom ini biasanya akan menghilang dalam beberapa
minggu. Dalam waktu 3 – 6 bulan kemudian, tes serologi baru akan positif,
karena telah terbentuk anti bodi. Masa 3 – 6 bulan ini disebut window periode,
dimana penderita dapat menularkan namun secara laboratorium hasil tes HIV-nya
masih negative. Setelah melalui infeksi primer penderita akan masuk kedalam
masa tanpa gejala. Pada masa ini virus terus berkembang biak secara progresif
di kelenjar limfe. Masa ini berlangsung cukup panjang yaitu 5 – 10 tahun,
setelahmasa ini pasian akan masuk ke fase full blown AIDS.
Konsep Dasar Remaja
1. Definisi remaja
Menurut WHO 2006 batasan usia remaja adalah 12 – 24 tahun. Sedangkan dari segiprogram pelayanan, definisi remaja yang digunakan oleh Depkes adalah mereka yang berusia 10 – 19 tahun dan belum kawin. Menurut WHO remaja adalah :
a. Individu berkembang dari saat pertama kali dia menunjukan tanda – tanda seksual sekundernya sampai ia mencapai pematangan seksualnya
b. Individu mengalami pengembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak – kanak menjadi dewasa.
2. Karakteristik remaja
Menurut Hurlock (1996 : 206) ciri – ciri remaja yaitu :
a. Masa remaja sebagai periode yang sangat penting
Kendatipun semua periode dalam rentang kehidupan adalah penting, namun kadar pentingnya berbeda – beda. Pada periode remaja, akibat langsung maupun akibat jangka panjang tetaplah penting, ada periode yang penting karena akibat fisik dan ada pula akibat psikologisnya. Perkembangan fisik yang cepat dan penting disertai cepatnya perkembangan mental yang cepat, terutama pada masa awal remaja. Semua perkembangan itu menimbulkan pengaruh yang sangat besar untuk masa depannya.
b. Masa remaja sebagai metode peralihan
Peralihan tidak berarti terputus dengan atau berubah dari apa yang telah terjadi sebelumnya, melainkan lebih – lebih sebuah peralihan dari suatu tahap perkembangan ke tahap berikutnya. Dalam setiap periode peralihan, status individu tidaklah jelas dan terdapat keraguan akan peran yang akan dilakukan. Pada masa ini, remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan merupakan orang dewasa. Status remaja yang tidak jelas ini juga menguntungkan karena status memberikan waktu kepadanya untuk mencoba gaya hidup baru yang berbeda dan menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang sesuai bagi dirinya.
c. Masa remaja sebagai periode perubahan
Tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku selama masa remaja sejajar dengan tingkat perubahan fisik. Ada 5 perubahan yang sama yang hampir bersifat universal, yaitu :
1) Meninggikan emosi
Perubahan emosi terjadi lebih cepat selama masa awal remaja, maka meningginya emosi lebih menonjol pada masa awal periode akhir – akhir masa remaja
2) Perubahan utuh
Di sini mulai tampak perbedaan antara pria dan wanita akibat perubahan fisik yang terjadi, misalremaja wanita mulai tumbuh payudara, mulai terlihat timbunan lemak di pinggulnya
3) Minat dan peran yang diharapkannya
Bagi remaja muda masalah baru yang timbul nampaknya lebih banyak dan lebih sulit diselesaikan dibandingkan masalah yang dihadapi sebelumnya. Remaja akan tetap merasa ditimbuni masalah sampai ia sendiri menyelesaikannya munurut kepuasannya
4) Perubahan nilai – nilai
Apa yang pada masa kanak – kanak dianggap penting sekarang setelah hampir dewasa dianggap tidak penting lagi. Sekaranga mereka mengerti bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas
5) Sikap ambivalan terhadap setiap perubahan
Mereka menginginkan dan menuntut kebebasan tetapi mereka sering takut bertanggungjawab akan apa akibatnya dan meragukan kemampuan mereka untuk mengatasi tanggung jawab tersebut.
d. Masa remaja sebagai usia bemasalah
Setiap periode mempunyai masalah sendiri – sendiri, namun masalah remaja sering jadi masalah yang sulit diatasi baik oleh anak laki – laki maupun perempuan karena tidak mampu mereka untuk mengatasi sendiri masalahnya menurut cara yang mereka yakini, banyak remaja akhirnya menemukan bahwa penyelesaianya tidak selalu sesuai dengan harapan mereka
e. Masa remaja sebagai masa ingin tahu
Rasa ingin tahu ini lebih membahayakan, karena seringkali melibatkan beberapa hal yang tidak vital dan mendasar (seperti : apakah tuhan itu ada, bagaimana karakteristik remaja lain yaitu kebutuhan akan kemandirian yang mendorong kearah tindakan untuk membuktikan rasa keingintahuannya. Rasa ingin tahu dan kebutuhan akan kemandirian tersebut mendorong remaja kearah kematangan. Akan tetapi jika rasa ingin tahu ini tidak dijaga, dalambatasan tertentu yang tidak dapat dikuasainya akan membawanya kepada pengetahuan yang sebenarnya secara emosional belum siap diterima remaja. Oleh sebab itu, remaja membutuhkan bimbingan orang yang lebih dewasa dalam member batasan tentang sejauh mana ia boleh “mencoba” dan dampak (resiko dan manfaat) dari hassil “percobaan” tersebut
Langganan:
Postingan (Atom)